Peran Mahasiswa dalam Bermedia Sosial Sehat

Media sosial semakin diminati oleh lapisan masyarakat, tak terkecuali dengan mahasiswa. Sebagai mahasiswa kita harus memiliki peran untuk membangun media sosial sehat dan positif.
Seperti apa peran dari mahasiswa?
Yuk simak ulasan dari Kak Ayu Rizqy Mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto berikut ini..
Bagaimana media sosial sehat menurut kak ayu?
Media sosial sehat merupakan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk terhubung secara online dengan orang lain, berpartisipasi, mengisi hal hal sesuai minat dan hobby, selain itu sebagai hal hiburan dan hal belajar bagi individu.
Kontribusi apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengembangkan media sosial menjadi lebih sehat?
Mahasiswa bisa memberikan kontribusi yaitu dengan membangun citra diri yang positif, dengan cara :
a. Kita bisa sharing ilmu, pengetahuan dan informasi yang kita dapatkan dari akun akun terpercaya kepada pengguna media sosial lainnya.
b. Kita bisa memposting hal hal yang positive dengan kata kata penyemangat, kata kata mutiara, pengalaman hidup yang mempunyai nilai dan makna.
c. Kita bisa memaksimalkan fitur di media sosial yang kita punya untuk hal baik, positif dan mengasah kreativitas kita. Lalu meminimalisir postingan yang mengandung hal negatif dan perpecahan
Peran apa yang telah kak ayu lakukan untuk membuat mahasiswa lain lebih sadar dalam menggunakan media sosial secara sehat?
Untuk membuat orang lain sehat dalam bermedia sosial itu bisa dilakukan dari diri kita sendiri untuk menjadi modelling buat orang lain.
a. Biasanya diusahakan dari share ilmu, pengetahuan dan informasi terkini dari sumber yang valid di media sosial yang kemudian nanti akan dilihat, dibaca dan bisa membuat orang tersebut mengikuti akun tersebut.
b. Mengingatkan teman jika ada positingan yang negative untuk dipikirkan kembali saat akan upload atau ketika sudah di upload
c. Sharing mengenai pengalaman pengalaman pribadi yang menyenangkan dan mempunyai nilai dan membuka diskusi di media sosial untuk mereka ikut berpartisipasi dan secara tidak langsung dapat mendorong mereka untuk mengikuti jejak kita
Bagaimana cara kak ayu untuk menimalisir dari dampak negatif media sosial terutama untuk konten negatif yang viral?
Konten negative memang tidak bisa dihindarkan dari diri kita sendiri di sosial media dan bisa datang dari siapapun itu. Cara meminimalisirnya dengan cara menghindari yaitu
- Tidak perlu kita kasih panggung atau share konten tersebut karena terdapat beberapa orang yang malah ketika ada konten negative diberi panggung dan dishare mentah mentah tanpa di filter.
- Memaksimalkan fitur sosial seperti seperti menampilkan lebih sedikit tentang konten konten negative atau tidak sesuai dengan yang kita minati (misal di tik tok), memblokir akun, skip konten tersebut (misal di instagram), memblokir kata (misal di twitter), tidak perlu gabung grup yang memuat konten tersebut (misal di facebook).
- Selain itu gaperlu kita selalu mencari tahu dan mengikuti sesuatu yang sedang trend atau viral. Setiap konten harus bener bener kita filter “apakah itu baik atau tidak, memiliki dampak negative atau positive?”
Apa yang ingin kak ayu sampaikan untuk mahasiswa lain agar dapat mengembangkan sehat dalam bermedia sosial?
Kita perlun tanamkan dari dalam diri kita jangan sampai kita dikendalikan oleh media sosial dan pengguna media sosial , namun kita yang harus mengendalikan media sosial dan memberikan hal manfaat yang kita punya kepada pengguna media sosial lainnya. Manfaatkan dan gunakan media sosial mu secara baik & bijak, bangunlah citra diri yang baik di sosial media agar bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Gunakan media sosial mu seperlunya dan berilah waktu untuk rehat dari media sosial , yang terkadang membuat beban, membuat tuntutan, membuat insecure, membuat iri, dll dan tanamkan di dalam diri mu bahwa kamu versi terbaik dari Allah.
[opini_nindya&re]