ANGKRINGAN Episode 3 Karir Impian : Passion atau Realitas?

Dalam memilih karir, acap kali kita dibingungkan antara memilih sesuai passion atau memilih dengan realitas yang ada. Untuk menjawab hal ini Biro Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada hari Senin, 2 November 2020 melakukan Live Streaming melalui Instagram bersama Pak Imam Faisal Hamzah, S.Psi., M.A.
Mana yang lebih penting ketika memilih karir sesuai passion atau yang ada saja?
Di psikologi, passion lebih kepada bakat dan potensi yang dipunya kemudian memilih karir sesuai dengan hal tersebut. Tapi kembali lagi kepada individu itu sendiri untuk mengaplikasikan mana yang lebih penting dan baik sesuai passion atau yang sudah ada.
Bagaimana cara menemukan passion atau karir pada diri sendiri?
Kita harus refleksi diri dengan apa yang kita punya saat ini misalnya kita menyukai apa atau lebih berbakat di bidang apa dan lebih aware ke diri sendiri. Dan tergantung pada misi hidup kita, kita ingin mencari apa. Ketika kita tidak aware dengan diri kita sendiri kita bisa meminta tolong ke biro psikologi untuk dilakukan tes bakat dan menjadi tahu gambarannya.
Pun sebenarnya passion dan pengenalan karir dapat dibentuk sejak anak – anak. Namun memang informasi pada saat anak-anak masih terbatas, kita hanya tau dokter, insinyur dan guru. Maka dari itu, orang tua dapat memberitahu informasi pekerjaan yang lain.
Dalam pemilihan karir pun saya merujuk pada teori Pak Budi Riyono yaitu ada ada 4 tipe. Pertama, memilih karir karena diri sendiri. Misalnya memilih karir berdasarkan passion. Namun, orang tipe ini cenderung bisa merendahkan orang lain karena merasa dapat meraih apa yang diinginkan. Kedua, tujuan karirnya adalah orang lain. Misalnya bekerja sebagai PNS karena dilingkungan sekitar menganggap pekerjaan ini keren. Negatifnya dari tipe ini yaitu cenderung merendahkan diri sendiri karena memilih karir menurut orang lain. Tipe ketiga, memilih karena materi, pekerjaan apa saja yang penting mendapatkan uang banyak. Dan yang terakhir, memilih untuk menemukan kebaikan artinya ada misi dan makna dalam karirnya. Contoh ingin menjadi PNS karena ingin memperbaki birokrasi.
Bagaimana cara menghindari stress kerja karena tidak sesuai passion?
Ketika karir tidak sesuai dengan passion yang dapat kita lakukan adalah bersyukur. Artinya diluar sana banyak yang belum bekerja sedangkan kita sudah. Jadi jalani saja dulu jika itu memang satu – satunya jalan untuk memutar roda perekonomian kita.
Dan untuk menghindari stress itu tidak mungkin. Karena dengan stress pada konteks pekerjaan itu meningkatkan produktivitas. Kalo misalnya dihindari banget tidak mungkin. Yang bisa dilakukan apabila sudah tidak tahan maka bisa konseling ke psikolog atau semacamnya. Kalaupun tidak ketika kita dihadapkan dengan posisi yang tidak bisa resign, coba mencari peer atau komunitas teman – teman untuk saling menguatkan satu sama lain.
Tetapi jika bisa memilih untuk resign dan bisa mencari pekerjaan yang lain maka dipersilahkan. Namun, tidak ada yang menjamin pekerjaan yang baru itu apakah lebih baik atau lebih buruk.
Kesimpulan nya adalah saat ini apabila teman teman merasa bahwa pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Jika memungkinkan masih bisa dijalani maka dijalani saja terlebih dahulu. Karena ketika diluar sanah ada yang tidak seberuntung kita.
Maka, semua itu kembali ke kita masing-masing apakah kemudian akan bertahan dengan karir yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita maka cobalah untuk menemukan makna. Makna dari apa yang sedang saat ini kita lakukan. Agar kita mengetahui apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita perbaiki dari sikap, cara pandang kita sendiri.
Karir itu pada akhirnya Kembali pada persepsi kita masing-masing untuk mengartikannya. Apakah bagi kita karir itu adalah hanya sebatas memnuhi kebutuhan kita atau membangun peradaban umat manusia.
[OPINI_nindya&rere]