ANGKRINGAN Episode 2 : Fatherless

Pada episode ANGKRINGAN kali ini Biro Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama seorang konselor Pak Herdian, S.Psi., M.Psi. membahas tentang Fatherless, yaitu ketiadaan peran sebagai ayah yang dimana hal ini cukup terasa. ANGKRINGAN ini dilakukan via live streaming instagram tanggal 19 Oktober 2020. Bagaimana ulasan nya? Check it out!
- Pengertian dari pengasuhan?
Menurut KBBI, pengasuhan berasal dari kata asuh yang bermakna menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil yang di dalamnya ada peran membantu dan melatih anak. Sedangkan, pengasuhan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh orang tua yang di dalamnya terdapat aktivitas asuh.
- Seperti apa peran orang tua dalam pengasuhan anak?
Ayah dan ibu memiliki peran yang cukup berbeda dalam pengasuhan anak. Sebenarnya, pada zaman ini tidak hanya fatherless saja yang menjadi perhatian, namun ada juga motherless – Ketiadaan Peran Ibu. Jika Father atau sesosok laki laki di rumah tidak ada maka bisa digantikan oleh kakek, paman, atau dengan orang yang cukup dekat dengan kita, yang pastinya seorang laki – laki yang dapat menggantikan peran ayah untuk menggantikan peran asuhan.
- Dampak psikis anak dalam fatherless?
Para orang tua harus menyadari bahwa di masa anak-anak ini terdapat masa peka, yaitu masa dimana anak sudah siap untuk di stimulus. Dan stimulus ini juga akan berdampak pada kognitif, emosi, motorik dsb.
Lalu dampak negative fatherless adalah rendahnya harga diri. Misalnya, merasa tidak mendapatkan pengalaman indah dari ayahnya tetapi teman di sekitarnya mendapatkan. Kemudian merasakan kesepian, rendahnya kontrol diri, inisiatif yang kurang, dan kurangnya keberanian dalam mengambil keputusan. Bahkan, bisa membuat anak (terutama cowok) akan lebih feminim dan extreamly lebih maskulin. Ataupun karena ia telah kehilangan sosok peran ayah, maka akan belajar banyak hal dari ibu terkait sifat yang emosional. Jika dari ayah kita belajar bijaksana, keberanian mengambil keputusan, dan resiko.
Untuk pengaruh positif dari adanya peran ayah adalah membantu anak untuk lebih tegar dalam menghadapi masalah, terutama anak menyukai tantangan dan kompetensi sehingga dapat meningkatkan adaptasi pada anak untuk tidak mudah stress dan berani mencoba hal baru. Dan jauh lebih siap untuk melanjutkan jenjang sekolah berikutnya, dibandingkan dengan anak yang mengalami fatherless.
- Dimensi pengasuhan sebagai ayah itu ada apa saja?
Terdapat dimensi engagement yaitu interaksi langsung yang dilakukan ayah dengan anaknya dalam konteks merawat, bermain, atau mengisi waktu luang. Kemudian accessibility yaitu ketersediaan secara fisik dan psikologis yang ayah berikan kepada anak, sehingga anak tidak kesulitan untuk mengakses ayah ada dimana dan sangat penting bagi ayah untuk memberikan dukungan secara fisik dan psikologis kepada anak. Misalnya, mengantar anak ke sekolah. Kemudian, Responsibility yaitu perawatan dan penjaminan untuk anak. Contoh, mendukung kebutuhan passion anak.
- Bagaimana meminimalisir terjadinya ketiadaan peran ayah?
Pertama, harus menyadari bahwa tugas ayah bukan hanya mencari uang saja, namun memiliki peran untuk menyaksikan, mendampingi, menghantarkan anak bertumbuh, dan berkembang secara optimal.
Kemudian, dampak fatherless ini dapat dilihat secara ringan, sedang, atau berat dampaknya terhadap anak. Berat berarti sudah mengganggu perkembangannya, sedangkan ringan berarti ada sedikit masalah kontrol diri dan anak lain pun merasakan. Kemudian, jika sedang yaitu munculnya perilaku yang disebabkan fatherless seperti kurangnya keberanian dalam mengambil keputusan, merasakan kesepian, dan inisiatif yang kurang. Maka sangat penting untuk komunikasikan peran ayah dan ibu dalam keluarga.
Jadi, peran seorang ayah dalam pengasuhan anak pun sama pentingnya dengan peran seorang ibu. Terlebih, terkait dengan kontrol diri, keberanian mengambil keputusan, dan inisiatif pada anak.
Mungkin, kita tidak dapat merubah takdir yang telah digariskan Tuhan, seperti jika saat ini kita merasakan kurangnya peran seorang ayah, maupun kasih sayang seorang ibu di dalam keluarga. Namun, percayalah kita dapat memberikan secara penuh kasih sayang yang kita punya terhadap keluarga kita nantinya.
Nah, menarik bukan ulasan dari episode ANGKRINGAN kali ini? Sampai bertemu di episode ANGKRINGAN selanjutnya…
[Opini_nindya&rere]