AJANG SHARING RINGAN: ALAT TES DISLEKSIA ANAK INDONESIA

PURWOKERTO—Ikatan Alumni Psikologi (IKAPSI) UMP Bersama Fakultas Psikologi UMP menggelar agenda Ajang Sharing Ringan atau Angringan di Gedung J Lantai 5, Kampus 1 UMP. Agenda yang diselenggarakan pada hari Selasa (6/2), tersebut diisi oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah Jawa Tengah dengan topik pembahasan “Alat Tes Disleksia Anak Indonesia”.

Dr. Trubus Raharjo, selaku pembicara yang juga penemu Alat Tes Disleksia Anak Indonesia tersebut, membagikan ilmu-ilmunya selama sekitar 1,5 jam, dari pukul 13.30-15.00 waktu setempat. Pada pelaksanaannya, penemu alat tes yang juga merupakan seorang dosen Universitas Muhammadiyah Kudus tersebut menjelaskan, bahwa untuk yang akan dibagikan saat ini masih sebatas pengantarnya saja. “Ini itu sebenarnya ada pelatihannya. Durasi pelatihan mencapai 3 hari, dan dilaksanakan dari pagi hingga sore.” Terangnya.

Pada agenda yang diikuti setidaknya oleh 35 peserta tersebut, Dr. Trubus menerangkan bahwa disleksia lebih besar diturunkan oleh ayah daripada ibu. Sehingga sangat wajar jika banyak anak laki-laki yang terkena disleksia meski disleksia ringan. Selain pengenalan tentang disleksia, dosen UMK ini juga memaparkan alat tes disleksia yang dibuatnya dan sudah diujikan ke 700 anak sekolah dasar yang berusia kisaran 7-10 tahun.

“Nah, ini alat tes yang digunakan. Tapi disini saya sifatnya hanya mengenalkan saja. Karena kebetulan disini tidak semuanya psikolog, jadi menyangkut masalah kode etik untuk mengajarinya.” Terangnya kepada peserta yang bervariasi mulai dari dosen, psikolog, guru BK, tenaga administrasi biro layanan psikologi, hingga mahasiswa tersebut (GSK).

About the author:

You must be logged in to post a comment.