Pentingnya Pencegahan Perilaku Bullying Di Sekolah
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, menyelenggarakan serangkaian acara dalam melaksanakan pengembangan pusat informasi bullying berbasis teknologi informasi. Sehingga terbentuklah acara “Sosialisasi Pencegahan Bullying di Sekolah”, yang dilaksanakan pada tanggal 18, 21, dan 22 Desember 2021.
Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UMP, ini digagas langsung oleh dosen-dosen Fakultas Psikologi UMP, yakni Dra. Tri Na’imah, S.Psi., M.Si., dan Dyah Astorini W, S.Psi., M.Si. Serta acara ini dipimpin oleh Dr. Ugung Dwi Aryo Wibowo, M.Si.
Serangkaian acara ini dilaksanakan secara offline, yang bertempat di Hotel Luminor Purwokerto. Walaupun begitu, acara yang diselenggarakan ini tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga menerapkan batasan jumlah peserta yang dapat mengikuti acara sosialisasi mengenai pencegahan bullying tersebut. Maka, hal ini juga memberikan kesan nyaman dan tertib pada peserta saat mengikuti serangkaian acara. Apalagi peserta dalam serangkaian acara ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dan guru pendamping.
Pada awal acara, hadir sebagai Wakil Dekan Fakultas Psikologi UMP, yakni Imam Faisal Hamzah, S.Psi., M.A., yang membuka acara sekaligus memberikan sambutan dan mengapresiasi telah berlangsungnya acara yang cukup meriah tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian materi dari pembicara, yakni Gisella Arnis Grafiyana, S.Psi., M.A., yang sekaligus sebagai perwakilan dari HIMPSI Wilayah Banyumas dan dosen Fakultas Psikologi UMP.
Saat sebelum acara dimulai, terdapat pemberian pre-test kepada peserta untuk mengetahui pemahaman dasar dari semua peserta dalam acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bullying. Selain itu, peserta diberikan informasi-informasi pendukung berkaitan dengan cara mengatasi bullying yang terjadi di sekitar mereka, seperti materi yang membahas mengenai tindakan sebagai korban maupun saksi dari kejadian bullying.
Pada sesi berikutnya, peserta diberikan post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti acara sosialisasi pencegahan bullying. Apalagi, pada sesi ini peserta diberikan waktu untuk berdiskusi bersama, dan peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekan secara langsung mengenai tindakan saling memotivasi agar dapat terus kuat menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan, terutama perilaku bullying. Sehubungan dengan itu, berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab peserta setelah mengikuti acara ini, maka peserta lebih memahami tentang pengertian bullying dan bentuk-bentuk bullying.
Terbentuknya serangkaian acara ini dengan maksud memberikan pemahaman mengenai bullying, serta tindakan yang tepat dalam mengatasi perilaku tersebut. Oleh karena itu, diharapkannya dapat menumbuhkan kesadaran untuk mencegah terjadinya perilaku bullying di sekolah.
Apabila perilaku bullying di sekolah dapat dicegah ataupun diatasi dengan baik, maka dapat memberikan kesan nyaman dan keamanan kepada siswa di sekolah. Sehingga, meningkatkan kualitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya tanpa memiliki hambatan.
Salam Web Content Writer~