“Labilnya Emosi Masa Pandemi”

Hallo Psyfams!

Bagaimana kabar kalian? Semoga kalian tetap sehat secara fisik dan mental ya..

Surat edaran rektor nomor A.12.I/416-S.Ed./BKA-UMP/XI/2020 mengenai Kebijakan Kegiatan Kemahasiswaan dalam Work From Home Universitas Muhammadiyah Purwokerto memunculkan berbagai respon dari kalangan mahasiswa. Tidak terkecuali pada mahasiswa Fakultas Psikologi UMP.  

Mahasiswa psikologi berharap agar segera dilaksanakan kuliah dan praktikum secara offline. Beberapa diantaranya resah dengan praktikum online. Karena menimbulkan adanya kesulitan pemahaman apabila instruksi praktikum dilaksanakan secara online.

Azura dalam wawancaranya mengatakan bahwa “Mba, saya berharap jika dosen memberikan deadline yang cukup panjang. Jangan tugasnya sekarang tapi deadline besok pagi. Belum lagi saya membutuhkan pemahaman terkait instruksi yang disampaikan”

Lebih lanjut, Azura juga menambahkan bahwa sebaiknya dosen memberikan penjelasan lewat power point yang di dalamnya terdapat audio. Sehingga mahasiswa yang mengalami kendala jaringan untuk zoom meeting dapat memutar audio di power point tersebut kapanpun.

Stressor lain yang dialami mahasiswa ketika kuliah online adalah tuntutan untuk siap sedia ketika dimintai tolong oleh orangtua. Belum lagi ketika mereaka memiliki saudara yang harus diberikan bimbingan atau arahan ketika mengerjakan tugas daring dari sekolah.

Lingkungan terdekat terutama keluarga dan sahabat juga cukup berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Bagaimana tidak? tekanan deadline tugas serta anggapan bahwa mereka hanya bermain hp dan tidak membantu orangtua membereskan rumah juga merupakan stressor tambahan untuk mahasiswa. Sehingga emosi marah, sedih dan senang yang dialami mahasiswa cenderung naik turun.

Menurut Aziz dalam wawancara menyebutkan bahwa “sekarang tugas semakin banyak, belum lagi deadline yang mepet juga anggapan tetangga soal kuliah dirumah. Mereka mengira bahwa saya nganggur saja selama ini. Bagaimana tidak emosi?”.

Mereka berharap agar diadakan sosialisasi untuk orangtua terkait pelaksanaan kuliah online agar tidak menimbulkan kesalah pahaman ketika menggunakan handphone atau laptop di jam-jam yang seharusnya membantu orangtua.

Pandemi covid-19 sudah berlangsung hampir satu tahun lamanya. Stressor serta tekanan yang terus terjadi memunculkan keadaan mental yang kurang sehat. Emosi senang dan sedih cenderung tidak stabil karena stress yang di alaminya. Kamu dan kita semua berharap agar kuliah offline akan kembali secepatnya.

[Rubrik Civitas : Intan Nur & Rubrik Inspirasi : Putra]

About the author:

You must be logged in to post a comment.