Inspiratif! Adinda Putri Seviana, Peraih Penghargaan Wisudawati Terbaik 1 Fakultas Psikologi pada Periode Wisuda ke-76

PURWOKERTO – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, tepat pada Selasa (4/2) sukses menyelenggarakan Yudisium untuk Periode Wisuda Februari 2025 dengan dihadiri oleh kurang lebihnya 29 Yudisiawan dan Yudisiawati. 29 nama yang tercatat tersebut menjadi pembuka pada periode wisuda ke-76 yang telah terlaksana pada tanggal 15 Februari 2025 lalu.

Prosesi Wisuda menjadi momentum penting bagi para Wisudawan dan Wisudawati. Hal ini merupakan langkah awal bagi mereka untuk menempuh babak baru dalam kehidupan. Pengumuman Wisudawan dan Wisudawati terbaik menjadi salah satu momentum yang paling dinanti oleh hadirin kala itu.

Dari seluruh Wisudawan dan Wisudawati, Adinda Putri Seviana, S.Psi berhasil menjadi perwakilan dari Fakultas Psikologi sebagai peraih penghargaan Wisudawati Terbaik, periode wisuda ke-76. Sebagai bentuk apresiasi dan juga simpati dari momen bahagia ini, Tim Humas Fakultas Psikologi kemudian melakukan sesi wawancara bersama Adinda. Dalam wawancaranya, Adinda berbagi perasaan dan pengalamannya yang sangat menginspirasi.

Momen paling memorable bagi Adinda selama perkuliahan

Bagi Adinda, momen di perkuliahan seluruhnya memorable. Seperti halnya menyimak penjelasan materi, proses diskusi antar mahasiswa dan dosen selama perkuliahan, serta perjuangan menuntaskan skripsi. Pengalaman tersebut juga merupakan proses Adinda dalam mengenal diri sendiri serta ragam karakter manusia.

Semua momen di perkuliahan menurutku memorable. Sesederhana duduk di ruang kelas dengan nyaman dan menyimak dosen ketika sedang menjelaskan sebuah materi. Kemudian ketika ada project kerja kelompok, dinamika antar individu satu dengan individu lain kayak diskusi itu juga memorable bagi aku karena dari situ aku juga bisa mengenal diri sendiri, juga tentang bagaimana menyelaraskan beragam pendapat dan karakter orang.

Mahasiswi asal Purbalingga ini cukup aktif dalam mengikuti kegiatan baik di lingkungan internal maupun eksternal kampus di antaranya seperti mengikuti organisasi dan kepanitiaan, menjadi asisten dalam penelitian dosen, menjadi content writer di salah satu platform psikologi, serta mengikuti magang mandiri di salah satu Biro Psikologi Purwokerto, juga di perusahaan di Purbalingga. Adinda juga berkesempatan mengikuti Magang Kampus Mengajar yang mana ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

“Aku sempet ikut magang dan itu juga sembari kuliah. Nah kalau dipikir-pikir itu pengalaman yang sangat nekat, Kawan. Hehe. Dari pagi sampai siang aku di Purbalingga untuk menjalani program Kampus Mengajar kemudian sore sampai malam ke Purwokerto untuk kuliah, ngerjain tugas dan praktikum. Ya meskipun menguras energi, tapi seru banget!”

Cara Adinda dalam mengatasi kendala selama berada di perkuliahan

Bagi Adinda, tentu ada kendala selama perkuliahan baik dari eksternal maupun internal. Seperti rasa malas, prokrastinasi dalam mengerjakan sesuatu, kelelahan fisik dan psikis, kendala dalam ekonomi, pertemanan, dan lain sebagainya. Namun segala kendala tersebut tidak membuat semangat Adinda dalam menuntut ilmu menyurut. Berikut beberapa tips dari Adinda yang bisa Psyfams terapkan dalam perkuliahan,

“Secara overall cara mengatasinya yaitu banyak-banyak do’a dan muhasabah, mengkomunikasikan ke orang lain jika butuh bantuan/bercerita dengan orang yang dipercaya, jangan lupa olahraga, serta selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, terus satu lagi, melakukan writing therapy. Mungkin kelihatannya template ya, tapi ini real banget kalau udah diterapkan. Karena ya pasti masalah akan selalu ada, ga mungkin masalah sekompleks itu bisa hilang sepenuhnya. Selalu memahami bahwa Allah selalu memberikan kemudahan kepada hambanya yang sedang ingin berjuang melalui menuntut ilmu dan Sepahit-pahitnya masalah di dunia perkuliahan, itu iya memang valid, tapi tetap harus ada harapan.”

Sempat ingin berhenti kuliah

“Dulu sempet pengin berhenti kuliah aja karena merasa jadi beban, atau perihal ujian di pertemanan yang terkadang menjadi terbesit untuk bolos kuliah. Tapi aku sadar bahwa keluarga yang harus ditinggikan derajatnya, melalui perjuangan kita dari jalur pendidikan.”

“Ada ada satu hal yang aku inget, nasihat dari sahabatku. Bahwa setiap mau melakukan yang sudah dimulai dan diniatin karena Allah, jangan berhenti karena manusia. Temukan alasan yang kuat, maka terombang-ambing nya kamu selama di dunia perkuliahan, nggak akan mudah patah”.

Tips dari Adinda sehingga bisa menjadi wisudawati terbaik pertama di Fakultas Psikologi

Adinda, dalam wawancara menuturkan bahwa dirinya kala itu tidak memiliki harapan ingin/harus menjadi mahasiswa terbaik.

“Sejujurnya dari awal perkuliahan nggak ada sama sekali mensetting bahwa aku pengen /harus jadi mahasiswa terbaik. Tapi satu hal aku inget, waktu ospek dulu pernah dapat tugas buat menulis rencana hidup 5 tahun kedepan. Yang aku tuliskan disitu aku pengen jadi mahasiswa yang disiplin dan tekun, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Refleksi dari perjalanan 3,5 tahun ini, aku sama sekali nggak ngerasa pintar, hanya berusaha menjalani amanah sebagai mahasiswa sebaik mungkin. Berusaha untuk tekun, yang mana hal ini dimulai dari niat. Aku senantiasa berupaya menjaga niat, untuk mendapatkan Ridho Allah melalui menuntut ilmu.”

“Selain itu, tips yang ga kalah penting yaitu menjaga presensi. Jangan suka bolos atau izin kecuali itu hal yang mendesak/urgent. Menjaga attitude dengan dosen dan sesama teman, senantiasa mengutamakan adab dalam menuntut ilmu. Satu lagi, jangan jadi prokrastinator/suka menunda-nunda terutama ketika dapet tugas dari dosen. Lebih baik ketika ada tugas, langsung dikerjakan.”

Harapan/rencana Adinda setelah lulus kuliah

“Rencananya masih tertulis rapih di buku hehe. Doakan dulu saja yaa, semoga Allah Ridho dan Mengijabah, aamiin. Harapannya, jujur selain ini adalah suatu kebersyukuran dan kebanggaan, perasaan ini ngga lebih selain persembahan buat orang-orang yang memberikan kasih dan sayangnya ke aku dari beragam bentuk. Melalui kebaikan dan doa mereka, atas izin Allah rezeki ini sampai ke Dinda. Bukan Dinda yang keren, tapi Alhamdulillah Allah karuniakan orang-orang baik di sekitar Dinda”

“Menjadi Sarjana adalah rezeki terbesar dalam hidupku. Karena dulu aku sempat ragu untuk melanjutkan kuliah, dengan melewati rintangan yang ngga sedikit. Maka dari itu, mencapai titik ini adalah hal yang sangat Alhamdulillah… Semoga dinda bisa bertanggungjawab dan amanah terhadap ilmu yang sudah dipelajari. Aamiin yaa Rabbal ‘Alaamiin.

Kesan Adinda selama berkuliah di Fakultas Psikologi UMP

Belajar Psikologi, mempelajari perilaku manusia, merupakan impian Adinda sejak SMA. Baginya, belajar Psikologi bukan hal yang mudah.

“Mmm mudah ngga mudah ya. Kalau orang bilang belajar Psikologi itu udah kayak rawat jalan, menurutku bisa jadi wkwk. Karena sejauh dalam perjalanan belajar di ruangan, semakin belajar semakin jadi mirrorring ke diri sendiri. Kemudian kalau udah menyangkut mencari subjek buat praktikum, ke instansi-instansi, menurutku itu seru karena banyak jalan-jalannya. Lebih senengnya lagi, belajar Psikologi di UMP juga menyertai pembahasan berdasar perspektif Islam, sehingga wawasan kita semakin luas. Overall seru, sisanya seru bangettt!!! Yang suka berdinamika dengan manusia, Psikologi bisa jadi wishlist untuk dipelajari.”

Pesan dari Adinda untuk Psyfams yang masih berjuang di bangku perkuliahan, juga ungkapan terima kasih kepada segenap tenaga pendidik Fakultas Psikologi UMP

“Teman-teman, perjalanan kuliah bukan hanya tentang nilai atau gelar, tapi juga tentang bagaimana kita bertumbuh, menghadapi tantangan, dan menemukan makna dalam setiap proses. Meskipun jalannya tidak selalu mudah, jika kita terus mempertahankan ikhtiar doa insyaAllah sentosa!”

“Jazakumullah khayr dan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dosen yang tidak hanya mengajarkan ilmu kepada Adinda, namun juga membimbing kami dengan kesabaran, inspirasi, dan keikhlasan. Bapak/Ibu adalah cahaya yang menuntun kami memahami bukan hanya teori, tetapi juga nilai-nilai kehidupan.

May Allah bless our lecturers with health, wisdom, and endless rewards for their knowledge and kindness. May they always be surrounded by peace, success, and His mercy. Aameen.”

Wah, menarik dan sarat sekali akan hikmah ya kisah perjalanan Adinda! Semoga dari kisah ini bisa menjadi inspirasi Psyfams dalam berproses di bangku perkuliahan.

Nikmati setiap fase, jangan ragu untuk mencoba hal baru, dan tetaplah berupaya menjaga niat baik kalian. Because, your journey is unique, and every challenge is a stepping stone to greatness. Keep learning, keep growing, and never stop believing in yourself. Success is not about how fast you finish, but how much you evolve along the way. Stay strong, stay inspired, and make your dreams a reality. Tenang, ada Allah. InsyaAllah Kita bisa dan selamat mengudara!”

About the author:

You must be logged in to post a comment.