DIKSAR Psikososial : Meningkatkan Profesionalisme Relawan Psikososial

Pada, 2 – 3 April 2021. Komunitas Psikososial Universitas Muhammadiyah Purwokerto sukses dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dasar atau yang sering disebut diksar. Kegiatan ini berlangsung secara offline di MTs Muhammadiyah, Kemranjen Kabupaten Banyumas dan dihadiri oleh 24 orang yang merupakan peserta anggota muda Komunitas Psikososial UMP.
Tujuan diadakan diksar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, skill dan profesionalisme kerelawanan bagi anggota muda komunitas. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Meningkatkan Profesionalisme Relawan melalui Mutu Pengetahuan dan Pengembangan Ilmu Dasar Kerelawanan dalam Penanggulangan Bencana. Namun, pada kali ini beberapa pelatihan ditiadakan mengingat situasi yang tidak memungkinkan, misalnya peniadaan asesmen bagi anggota muda. Tentunya berbeda dengan diksar Kalibening tahun lalu, karena asesmen dilakukan dengan berinteraksi kepada warga secara langsung.
Pendidikan dan pelatihan di dalam komunitas dasar wajib untuk diikuti, yang nantinya akan dilanjutkan dengan diklat madya hingga diklat purna. Dalam wawancara yang telah dilakukan, Fredline menuturkan bahwa diklat adalah syarat bagi relawan komunitas yang ingin terjun langsung di lokasi bencana setidaknya sudah mengikuti diksar psikososial.
Pendidikan dasar kali ini dibawakan oleh enam pemateri yang tidak diragukan lagi keilmuannya mengenai kerelawananya, diantaranya yaitu Jundi Abdullah yang membawakan materi pengenalan MDMC, Sismanan, S.Pd., M.Pd.I. membawakan materi fiqih bencana, Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo, M.Si. membawakan materi kerelawanan dan pengenalan komunitas psikososial UMP, Dyah Astorini Wulandari, S.Psi., M.Si. mengajarkan PFA atau psychological first aid. Kemudian ada Imam Faisal Hamzah S.Psi., M.A. membawakan materi pengantar psikologi kebencanaan, dan yang terakhir adalah Ayu Rizqy Ramadhani menyampaikan materi mengenai assessmen psikososial.
Kemudian, pada diksar kali ini diisi dengan talk show oleh anggota komunitas yang sudah berpengalaman mengenai respon langsung di lokasi bencana yaitu Hanandita Belva yang pernah respon di Palu, Lombok dan Kalibening, Yusuf Effendi juga pernah respon di Lampung dan Palu, Luthfiana di Purbalingga saat bencana alam tanah bergerak, dan Asa Sevriana yang pernah respon di Kalibening, Palu dan Lampung. Talk Show ini dilakukan agar anggota muda dapat mengetahui gambaran respon saat berada di lokasi bencana.
Pendidikan dan pelatihan adalah salah satu upaya yang dilakukan komunitas untuk membuat relawan menjadi tangguh dan siap terjun di lokasi bencana, sehingga keprofesionalisme komunitas dapat dilanjutkan. Apalagi, cukup banyak anggota komunitas yang sudah melakukan respon di beberapa daerah yang pernah mengalami bencana.
Sehingga, kegiatan diksar yang diadakan komunitas Psikososial UMP, sebagai upaya untuk menyadari bahwa negara kita adalah negara yang rawan bencana sehingga perlu mengetahui pengetahuan dasar bencana alam, dan mitigasi bencana agar efek bencana alam yang dihasilkan dapat diminimalisirkan. Khususnya efek psikologis pada penyintas.
Pada kesempatan lain, Damatya selaku Ketua Panitia Diksar Psikososial menuturkan kesan dari terlaksananya kegiatan ini yaitu sangat luar biasa, mengingat kegiatan tersebut secara kasat mata kurang memungkinkan untuk dilakukan di masa pandemi. Harapannya semoga anggota baru psikososial dapat menyerap semua materi yang telah di sampaikan, dan siap menjadi bagian dari keluarga besar psikososial yang cepat tanggap dan profesional ketika berkesempatan menjadi relawan sungguhan.
Psikologi Bravo!