Apa itu Kebahagiaan?

https://pixabay.com/id/

Setiap orang ingin menjadi pribadi yang bahagia. Namun, seperti apakah orang yang dikatakan bahagia? Untuk menjawab hal ini, simak ulasan dari Dr. Nur’aeni S.Psi., M.Si. berikut ini..

  1. Definisi kebahagiaan

Menurut KBBI kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran  atau perasaan kesenangan, ketentraman hidup secara lahir dan batin yang maknanya adalah untuk meningkatkan visi diri.

Sedangkan menurut  Al-Ghazali kebahagiaan ini bisa di capai ketika manusia sudah mampu menundukkan nafsu (yang mana nafsu hewan dan setan pada dirinya) dan mengganti dengan sifat malaikat (suci). Menurutnya, orang yang memiliki bahagia tertinggi adalah manusia yang telah terbuka hijabnya terhadap Allah sehingga ia merasa dirinya terkontrol oleh Allah dimanapun kapanpun.

Lalu, ditinjau dari Bahasa arab yaitu al-falah, al- fawz, sa’adah. Al-falah berasal dari kata falah yang artinya keberhasilan serta tercapainya cita cita. Keberhasilan ini dibagi menjadi keberhasilan bersifat duniawi dan keberhasilan yang bersifat ukhrawi. Didalam keberhasilan duniawi ketika manusia memperoleh kebahagiaan dan dapat membuat enak hidupnya di dunia. Seperti kesempatan untuk hidup, kekayaan dan kemuliaan. Sedangkan keberhasilan yang bersifat ukhrawi terdapat 4 hal

  • Kekal  tanpa mengenal mati
  • Kaya tanpa mengenal fakir
  • Mulia tanpa mengenal hina
  • Tahu tanpa mengenal kebodohan

            Sedangkan Al-Fawz yaitu kesuksesan, keberuntungan yakni memperoleh kebaikan serta mendapatkan keselamatan. Lalu As-sa’adu atau as-sa’adah yaitu bahagia yang merupakan perolehan perkara yang diberikan oleh Allah kepada manusia atau tercapainya sebuah kebaikan.

2. Kebahagiaan dilihat dari prespektif psikologi

Seligman mendefinisikan kebahagiaan sebagai keadaan psikologis yang positif dimana seseorang memiliki emosi positif berupa kepuasaan hidup, pikiran, dan perasaan positif akan kehidupan yang dijalani nya.

Menurut Carr, kebahagiaan adalah keadaan psikologis positif yang ditandai dengan tinggi derajat kepuasaan hidup, afek positif, dan rendahnya derajat afek negatif.

Tokoh Ed Diener mengistilahkan kebahagiaan dengan kesejahteraan subjektif. Menurutnya kebahagiaan adalah penilaian individu terhadap kehidupannya melibatkan kepuasan hidup. Terdapat pula afek positif dan negatif.

3. Faktor-faktor yang membuat manusia bahagia

Ada beberapa faktor yang membuat manusia bahagia  

  1. Kehidupan sosial. Orang yang sangat bahagia adalah orang yang memiliki kehidupan sosial yang baik dan sering melakukan sosialisasi.
  2. Faktor agama atau religius. Orang yang religius lebih bahagia dan lebih puas terhadap kehidupan. Karena agama dapat memberikan harapan akan masa depan dan menciptakan makna hidup bagi manusia yang nantinya akan bahagia dunia dan akhirat.
  3. Faktor pernikahan. Didalam suatu penelitian ditemukan bahwa orang yang menikah bisa mempengaruhi panjangnya usia dan mendapatkan penghasilan.
  4. Faktor usia. Usia remaja 20 – 24 tahun merasakan lebih bahagia dibandingkan dengan usia dibawahnya dan sebaliknya. Seorang remaja berhak bahagia namun tergantung dari life style dan persepsi tentang hidup.
  5. Faktor finansial. Bahagia bisa karena uang.

4. Metode yang dapat mengukur kebahagiaan seseorang

Secara awam, melihat seseorang bahagia atau tidak dilihat dari dominan afeksi positif yang terlihat dari sikap dan perilaku. Namun, jika afek negatif yang sering muncul maka bisa dikatakan tidak bahagia.

Kemudian terdapat kepuasan hidup yaitu ketika menjalani kehidupan akan merasa puas. Puas itu merasa cukup seperti “ini memang sudah jalan nya”. Jadi terdapat dua unsur untuk melihat kebahagiaan yaitu dominan aspek positif atau negatif dan kepuasan hidup.

Secara ilmiah, terdapat skala kebahagiaan menurut argyle dan hill yaitu :

  1. merasakan kepuasan terhadap hidup
  2. sikap ramah dalam lingkungan sosial
  3. memiliki sikap empati
  4. memiliki pola pikir yang positif
  5. merasakan kesejahteraan dalam hidup
  6. bersikap riang dan ceria
  7. memiliki harga diri yang positif

Sedangkan skala yang dibuat oleh Pavot dengan editor Diener bahwa menurut Diener kebahagiaan terdiri dari afek positif, afek negatif dan kepuasaan hidup dengan skala SWLS (Satisfication with Life Scale) tentang kepuasan hidup. Diener jua membuat skala SPANE (Scale of Positive and Negative Experience) mengukur pengalaman positif dan pengalaman negatif.

5.  Agar mahasiswa menjadi pribadi yang bermakna dan berbahagia

  1. Membangun persepsi tentang hidup. Hidup harus memiliki arah dan tujuan maka hindarilah menyiakan – nyiakan waktu karena sedetik pun dalam menjalani kehidupan harus memiliki cita – cita.
  2. Tanganilah permasalahan dengan cara yang kreatif. Mahasiswa memiliki pengetahuan yang lebih jadi sudah seharusnya menangani masalah dengan cara yang kreatif.
  3. Jangan pernah menganggap sering diperlakukan tidak adil terutama ketika dikecewakan orang lain, dan yang terpenting kita tidak mengecewakan orang lain.
  4. Capailah tujuan hidup dengan membuat skala prioritas. Harus peduli dengan perkembangan dan pertumbuhan pribadi misalnya hari ini suka mengeluh maka kedepan nya kita belajar untuk tidak mengeluh.
  5. Memiliki hubungan saling menguntungkan yaitu jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain. Jadi jangan menuntut tanpa memperbaiki diri.
  6. Jangan menutup diri dari orang lain. Jika sudah memiliki teman khusus jangan  menjauhi teman lain dan terimalah kritik dari orang lain karena orang yang menkritik kita adalah orang yang care dengan kita.
  7. Jadilah orang yang menyenangkan dan bersahabat. Misalnya saat bertemu dengan orang lain jangan memasang muka jutek.
  8. Tidak memiliki ketakutan. Dalam menjalani kehidupan ini jangan pesimis namun optimis.

Tidak dapat dipungkiri, orang pasti membutuhkan untuk bahagia. Dan seperti digariskan dalam Islam ketika ingin bahagia didunia dan akhirat maka terdapat hubungan dengan Allah (Habluminallah) dan hubungan dengan manusia (Habluminannas) yang dijabarkan dengan perilaku kita. Dan keduanya harus baik karena hubungan dengan manusia pun untuk mencari ridho Allah. Maka dari itu, menjadi bahagia adalah bagaimana dominan nya afek positif dan merasa puas terhadap hidup yang dijalani.

[opini_nindya&rere]

About the author:

You must be logged in to post a comment.