Semangat Menyambut Kemerdekaan di Masa New Normal

Peringatan kemerdekaan Indonesia sebentar lagi datang, mengantarkan semangat baru kepada jiwa kita. Indonesia merdeka karena perjuangan dari rakyatnya, atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya perjuangan dan sejarah para pahlawan harus kita kenang.
Beberapa bulan ini Negara Indonesia memang sedang dirundung kesedihan, bahkan beberapa negara pun merasakan hal yang sama. Dampak pandemi covid-19 bukan hanya mengancam sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial namun juga mengancam jiwa kita. Semangat pun turut redup selama pandemi ini.
Banyak hal yang tidak bisa kita lakukan di masa pamdemi, ruang gerak kita sedikit terganggu. Diperlukan adaptasi dan cara lain untuk melakukan beberapa kegiatan, tentu saja hal tersebut menguras banyak tenaga dan dapat membuat kita sedikit kurang bersemangat.
Salah satu Mahasiswa Psikologi UMP yang menjadi Narasumber kami kali ini mengatakan, “Protokol di rumah saja memberikan perbedaan yang cukup berarti. Kuliah dan pertemuan menjadi daring sehingga menimbulkan masalah baru yaitu rasa malas yang disebabkan karena proses pembelajaran dianggap kurang menarik sehingga tidak jarang dari teman-teman hanya absen dan tidur di saat jam kuliah. Penggunaan sistem daring juga menjadikan kita mau tidak mau harus mampu menguasai teknologi informasi lebih cepat dari biasanya, menggunakan berbagai aplikasi yang belum pernah kita gunakan sebelumnya.”
Mungkin selama ini kita sudah terlalu tertekan karena ruang gerak kita kurang bebas. Namun setelah puncak kekacauan itu semua akhirnya kita diberikan waktu dan ruang bebas seperti sekarang ini. Libur semester di masa new normal yang mana tentunya tetap memperhatikan protokol pemerintah. Kita bisa melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan namun harus tetap berada pada batas yang sudah ditentukan.
“Seiring berjalannya waktu dan seiring pemerintah melonggarkan PSBB, saya menjadi mulai terbiasa dengan kebiasaan baru ini. Walaupun tidak sepenuhnya bebas, akan tetapi kita bisa ke luar rumah untuk sekadar nge-mall, nongkrong ataupun berolahraga.” ujar Rifqi Hanif Sulthani selaku Narasumber kami
Dengan adanya kondisi new normal tersebut, dapat dilihat bahwa semangat dalam diri kita mulai kembali. Terlebih lagi adanya peringatan kemerdekaan Indonesia dapat menjadi asupan jiwa kita untuk tetap semangat, bangkit dari keterpurukan, dan menjalani hidup yang seharusnya tidak biasa-biasa saja. Maka dari itu kita perlu menelik kembali belajar dari masa pandemi kemarin.
“Semakin dekat dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, saya cukup sedih. Karena tidak ada perlombaan tujuhbelasan dan acara kumpul doa bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, muncul sebuah doa dan harapan baru di benak saya. Saya berharap, semua penduduk di Indonesia dapat berkolaborasi dalam menuntaskan pandemi COVID-19 ini. Kita harus dan pasti mampu melawan “penjajah” (COVID-19) ini, sehingga kita bisa kembali merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.” Tambahnya
Dengan demikian, adanya peringatan kemerdekaan dan libur semester di masa new normal ini membuat kita mulai semangat kembali. Meskipun peringatan kemerdekaan kali ini tidak seramai tahu-tahun sebelumnya, tetapi kondisi new normal dan libur semester sudah cukup membuat kita senang jika dibandingkan dengan kondisi pandemi kemarin. Maka dari itu kita perlu bersyukur dan mamanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan kegiatan yang ingin kita lakukan dan bermanfaat bagi diri kita serta bangsa Indonesia. Mengusir penjajah tidak harus dengan perang, namun melakukan hal yang berguna bagi diri kita dan negara juga termasuk perjuangan mengusir penjajah.
Rubik civitas_zura