Investasi Akhirat : No Rugi!

Hallo Psyfams. Kali ini kita akan membahas tentang investasi akhirat. Akhir-akhir ini investasi akhirat menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, tak terkecuali bagi mahasiswa yang sedang aktif menempuh perkuliahan.

Dilansir dari mandiri-investasi.co.id, investasi dapat berupa aset riil seperti rumah, tanah dan emas yang memiliki nilai aset meningkat dari tahun ke tahun serta aset finansial seperti saham, obligasi dan reksa dana. Banyaknya ragam yang ada menjadikan banyak pilihan untuk diambil sebagai langkah mendapatkan keuntungan, akan tetapi investasi juga mengenal risiko. Oleh karena itu, apabila semakin tinggi hasilnya, maka semakin tinggi risiko yang akan didapatkan.

            Jika investasi di dunia mengenal rugi dan risiko, berbeda dengan investasi yang kita tanam untuk kehidupan akhirat. Seperti apa investasi untuk akhirat? Check this out!

            Berbeda dengan dunia, akhirat mengenal sistem baku pada investasi yang kita tanam. Sistem ini memiliki ruang keberkahan dengan artian sebagai kebaikan yang akan tumbuh mekar di keimanan.

Sabda Rasulullaah SAW pada HR. Ahmad No 216 yang artinya sebagai berikut:

Dari Abu Dzar RA, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) SAW berwasiat kepadaku dengan tujuh hal, yaitu:

  1. Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka
  2. Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku
  3. Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim meskipun mereka berlaku kasar kepadaku.
  4. Beliau memerintahkan kepadaku agar tidak meminta-minta kepada manusia
  5. Beliau memerintakan aku agar mengucapkan yang hak (benar) walaupun pahit
  6. Beliau memerintahkan aku agar tidak takut pada celaan orang yang mencela
  7. Beliau memerintahkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah)

Sebab ketujuh perkara tersebut merupakan harta simpanan di bawah Arsy”. [HR. Ahmad No. 2166]

            Investasi yang dapat dilakukan di dunia dan akan berbuah di akhirat kelak, dapat dilakukan dengan cara seperti membiasakan untuk bersama dengan masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini akan membentuk sebuah perasaan yang memiliki kepekaan dan kelembutan kepada sesama sehingga dapat menghilangkan ego dan angan-angan negatif yang sesungguhnya tidak beralasan.

            Berikutnya adalah menyambung silaturahim kepada orang-orang yang mendzholimi kita akan membuat kita memiliki jiwa yang besar. Selain itu, dengan silaturahim rezeki menjadi lapang dan umur yang panjang yakni Rasulullaah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut

 “Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinya atau ditambahkan umurnya maka hendaklah ia menyambung kekerabatannya”. HR. Bukhari dan Muslim

            Hal lain yang dapat dijadikan investasi adalah mengucapkan suatu hal yang benar tanpa peduli dengan ejekan dan cacian orang lain serta berdzikir yang memiliki banyak manfaat, penelitian yang dilakukan oleh Bella et al pada tahun 2021 mengatakan bahwa dzikir dan berdoa merupakan salah satu bentuk dari meditasi yang berfokus pada kalimat-kalimat suci yang memiliki dampak positif bagi ketenangan dan latihan untuk relaksasi serta dapat menurunkan insomnia pada lansia.

            Ternyata banyak sekali manfaat yang diambil jika kita melakukan inventasi akhirat ya psyfams!. Usai kata, semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat kita dari akhirat dan menginspirai bagi kita semua.

Salam web content writer~

Referensi

Kajian Eka Rahmat Hidayah di Komunitas Ngopi Hijrah

mandiri-investasi.co.id

muhammadiyah.or.id

Bella et al. (2021).Terapi Mindfulness (Meditasi Dzikir) terhadap Penurunan Insomnia pada Lansia. Journal of Telenursing (JOTING), 2(1): 163-170

About the author:

You must be logged in to post a comment.