APA KABAR KKN SEMESTER TUJUH?
Hai Psifams!
Sudah hampir setengah tahun kita menjalani kuliah online. Segala bentuk pembelajaran dan aktivitas kita laksanakan dari rumah. Tidak terasa kini sudah memasuki tahun ajaran baru. Dimana semester ganjil sudah di depan mata.
Semester genap kita lalui dengan memahami materi dari dosen, praktikum dan belajar menjelang UAS kemarin. Hingga detik ini, kawan-kawan pasti sedang deg degan menunggu hasil ujian kan?
Sembari fokus menilik web universitas, mahasiswa juga tengah disibukkan dengan beasaiswa PP UMP, PP BBM dan DIKTI juga tengah dilaksanakan oleh sebagian besar mahasiswa tidak terkecuali pada fakultas psikologi UMP.
Disisi lain, mahasiswa semester tujuh fakultas psikologi UMP dan bahkan fakultas lain sedang melaksanakan KKN ketika pandemic covid-19. Mungkin sebagian dari kalian akan beranggapan bahwa akan sangat sulit pelaksanaannya.
Kita simak bersama penjelasan dari mahasiswa semester 7 yuk!
Program KKN pada mahasiswa semester tujuh, sudah dimulai per tanggal 5 Juli hingga 32 hari kedepan. Namun, kebijakan akan turun ke lapangan atau secara online tergantung pada fakultas masing-masing.
Nah, untuk fakultas psikologi UMP pelaksanaan KKN dilaksanakan dengan turun ke lapangan pada desa yang sudah ditentukan. Pembagian kelompok dari fakultas psikologi sendiri per sepuluh orang yang akan dibagi dalam dua kelompok lagi. Lima orang akan bekerjasama dengan satpol PP Kabupaten dan yang lain bekerjasama dengan BPBD kabupaten.
Menurut narasumber, KKN regular yang selama ini diterapkan dengan kali ini pada pandemic tentu sangat berbeda pelaksanaannya. Dimana ketika pelaksanaan secara regular, maka program akan dilaksanakan secara lebih luas dengan beragam tema serta meliputi keikutsertaan fakultas lain.
Sedangkan ketentuan program serta subtema difokuskan pada penanganan serta pencegahan covid-19. Hal ini tetap berdasarkan pada keilmuan masing-masing fakultas terkait. Misalnya pada fakultas psikologi sendiri berupa konseling pada masyarakat.
Bentuk konseling yang diberikan kepada masyarakat meliputi konseling umum, konseling khusus covid-19, konseling khusus pengemis gelandangan dan orang terlantar, serta konseling untuk anak sekolah Pemberian konseling tergantung pada keadaan sekitar.
Layanan psikoedukasi serta webinar juga merupakan program KKN selama pandemi. Hal ini sebagai langkah dalam pemberian informasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana penyebaran virus covid-19.
Program KKN yang dibantu oleh BPBD kabupaten terfokus pada kebencanaan. Misalnya membagi sembako untuk masyarakat, penyemprotan disinfektan, serta pembagian masker dan sejenisnya.
Bersama satpol PP, mahasiswa juga ikut serta dalam mentertibkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol covid-19. Misalnya saja pada razia penggunaan masker dan patroli untuk mengingatkan agar tidak berkerumun.
Konseling juga diberikan pada PGOT yang di razia serta pemberian intervensi pada mereka. Mahasiswa akan memberikan asesmen terlebih dahulu sebelum melakukan konseling dan intervensi.
Keterbatasan pelaksanaan KKN selama pandemic juga menuntut mahasiswa agar dapat lebih peka dengan keadaan sekitar. Serta kemungkinan bahwa risiko tertular virus juga cukup besar. Namun narasumber menyebutkan bahwa mereka sebisa mungkin tetap menjaga kesehatan diri, mencuci tangan dan menjaga jarak sebisa mungkin.
Demikian penjelasan KKN selama masa pandemic di fakultas psikologi UMP. Walaupun berada di masa sulit, bukan berarti akhir dari segalanya. Bisa jadi, kita menemukan kebiasaan dan aktivitas baru yang selama ini tidak kita jalankan.
Tetap menjaga jarak, cuci tangan serta selalu menggunakan masker ya kawan… Bravo!!!