Pentingnya Self Healing di Masa Pandemi
Hallo Psyfams, gimana kabarnya nih..
Fisik sehat?.. Mental sehat juga dong ya
Maraknya kasus covid-19 di Indonesia tentunya menjadikan sebuah tantangan buat kita. Apalagi, ditambahnya berita-berita simpang siur yang beredar, maka tidak sedikit dari kita akan mengalami stres hingga mempengaruhi kondisi psikologis atau kesehatan mental.
Di Indonesia permasalahan kesehatan mental sudah dianggap menjadi permasalahan yang cukup serius, namun tidak diimbangi oleh pengetahuan tentang kesehatan mental dari masyarakatnya. Sehingga kasus ataupun permasalahan ini cenderung akan selalu meningkat. Hal ini dapat terjadi karena kondisi lingkungan alam yang berubah, kompetisi antar manusia, hingga pengaruh lingkungan sosial.
Menurut Riskesdas, tahun 2018 gangguan kesehatan mental dan emosional terjadi sebanyak 9,8 % ditinjau dari usia 15 tahun ke atas dan menggunakan sempel populasi sebanyak 300.000 rumah tangga. Terjadinya hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman menjaga kesehatan mental, ilmu kejiwaan masih dianggap berbau mistis. Bahkan terdapat anggapan sebagai perlaku yang “Lebay”, sehingga menjadikan individu lain tidak peduli.
Pada tahun 2020 hingga sekarang, Indonesia masih mengalami pandemi Covid-19. Sehingga mengakibatkan banyaknya kegiatan masyarakat dibatasi agar mengurangi peningkatan kasus Covid-19. Namun, hal tersebut menjadikan masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah saja dan menimbulkan rasa kebosanan maupun kecemasan. Sehingga, secara tidak langsung hal ini mengakibatkan terganggunya kesehatan mental.
Maka dari itu, kesehatan mental harus dijaga dengan baik dengan kunci utama yaitu diri sendiri (self) atau yang sering disebut dengan self healing.
Self healing merupakan metode penyembuhan penyakit mental bukan dengan obat, melainkan dengan menyembuhkan dan mengeluarkan perasaan atau emosi yang terpendam di dalam tubuh. Apalagi, hal ini memiliki tujuan untuk mengeluarkan ekspresif dan amarah yang tertunda, bahkan kenangan buruk yang disimpan sejak lama.
Kemudian, salah satu macam bentuk metode self healing ialah forgiveness. Seorang ahli yaitu Ghani, pada tahun 2011 menyatakan bahwa forgiveness merupakan kondisi individu berproses untuk melepaskan kemarahan, dendam, dan rasa nyeri akibat orang lain. Maka, metode self healing dengan forgiviness dapat dilakukan dengan proses pelepasan kemarahan, serta emosi-emosi negatif lainnya.
Sehubungan dengan itu, forgiveness dapat dilakukan dengan cara meditasi untuk merasakan emosi negatif, sehingga dilanjutkan dengan mengalirkan dan membuangnya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berulang, sehingga menghasilkan emosi positif, seperti kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, cinta dan keberlimpahan. Bahkan, forgiveness ini dapat dilakukan di dalam rumah saja untuk menghindari terpaparnya Covid-19.
Nah, dari penjelasan panjang kali lebar hingga ketemu luas sini diharapkan Psyfams sudah paham tentang pentingnya self healing dimasa pandemi ini hehe
Semoga dari artikel ini Psyfams dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari dan mengurangi resiko terjadinya gangguan kesehatan mental.
Referensi : buku Self healing is knowing your own self yang ditulis oleh Dr.Diana Rahmasari.,S.Psi.M.Si.,Psikolog