Peran Emosi Positif Dan Emosi Negatif

Hallo psyfams..
Bagaimana nih kabarnya?..
Masih dengan emosi yang baik, atau sedang dalam emosi yang tak menentu?..hehe
Terkadang emosi yang tak menentu ini membuat kita bingung. Jika sedang dalam emosi yang baik rasanya hidup ini penuh dengan kebahagiaan, namun jika sedang dalam emosi yang buruk dapat membuat kita gampang marah hanya masalah sepele.
Ngomong-ngomong tentang emosi nih, tentunya kebanyakan orang pasti mengira bahwa emosi itu ialah suatu perilaku negatif ataupun tindakan marah yang muncul dari seseorang, padahal pengertian tersebut memiliki arti yang cukup keliru.
Terus apakah psyfams tahu pengertian emosi yang pastinya ada disetiap orang?…
Yuk mari kita bahas, terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa emosi mengarah pada hal-hal yang berkaitan dengan perasaan dan pikiran secara khas, keadaan biologis dan psikologis seseorang, dan hal-hal yang membuat kecenderungan untuk bertindak. Sehingga emosi merupakan reaksi yang timbul akibat adanya rangsangan ataupun stimulus dari luar dan dalam pada setiap orang, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi psikologis dari orang tersebut.
Terlebih, emosi juga merupakan suatu hal yang wajar untuk ada disetiap orang, dengan adanya emosi ini dapat membuat kita leluasa dalam menyampaikan ekspresi atau persepsi yang ada di dalam pikiran menjadi suatu tindakan. Bahkan, emosi secara umum terbagi menjadi dua yaitu emosi yang positif, dan emosi negatif.
Emosi positif ialah respon yang timbul akibat adanya stimulus atau rangsangan dalam konteks hal yang positif, misalnya memperoleh kemenangan dari lomba karya ilmiah sehingga memunculkan emosi senang atau gembira. Sedangkan, emosi negatif merupakan respon yang timbul disebabkan dari stimulus atau rangsangan dalam konteks hal yang negatif seperti marah, benci ataupun jijik. Maka dari itu, orang yang telah mengalami emosi negatif cinderung tingkah lakunya tidak terkontrol.
Dari kedua jenis emosi itu tentunya memberikan dampak pada diri kita yang mungkin saja kita tidak dapat merasakannya secara langsung. Namun, alangkah baiknya jika kita dapat mengontrol atau mengendalikan emosi yang sedang kita rasakan, agar tidak memberikan dampak yang buruk pada kita nantinya.
Dalam hal ini, emosi yang patut diberikan perhatian yang lebih ialah emosi negatif, karena saat kita mengalami emosi yang negatif tentunya tingkah laku kita mulai berubah bahkan sulit untuk dikendalikan, seperti dapat munculnya tindakan marah berlebihan, mengurung diri, melukai diri sendiri atau orang lain, dan juga dapat mengganggu suasana hati sehingga membuat kita mudah merasa cemas bahkan stress.
Namun, bukan berarti jika kita sedang mengalami emosi yang positif kita hanya membiarkan saja dan tidak peduli untuk mengontrolnya. Padahal, segala emosi yang timbul pada setiap orang jika terjadi dengan intensitas yang berlebihan tentunya tidak baik bagi kesehatan mental. Misal, perasaan bahagia yang muncul secara berlebihan dapat membuat kita menjadi kurang produktif, karena tingkah laku kita akan menjadi lebih santai ketimbang biasanya.
Mungkin, kedua hal itu membuat kita sedikit bingung ya. Ketika sedang mengalami emosi yang negatif kita dituntut untuk dapat mengendalikannya, dan saat mengalami emosi yang positif kita juga harus dapat mengendalikannya agar tetap terjaga.
Walaupun begitu, percayalah tidak apa-apa untuk tidak selalu baik-baik saja. Karena kita masih boleh kok untuk merasakan sedih, marah, takut, dan bahagia. Sebab itu adalah hal-hal yang manusiawi dan wajar untuk kita alami.
Ingat, asalkan yang kita rasakan itu tetap dengan porsinya dan tidak terjadi secara berlebihan.
“jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji ketika sedang senang.” Ali bin Abi Thalib.
Referensi : Daniel Goleman (2012)
[rubrik inspirasi_putra]