Selamat! Mahasiswi Psikologi UMP Rebut Juara Karate Internasional 2021

Salma Pamela Nur, mahasiswi Fakultas Psikologi semester 2 yang telah berhasil meraih juara first place kumite individual female senior dalam ajang kejuaraan karate internasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SHINJIN International Karate Virtual Championship 2021, adanya pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai memaksa panitia untuk menyelenggarakan kejuaraan ini secara virtual.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Shinjin ini pastinya sudah mendapat rekomendasi resmi dari PB FORKI. Nah, bagi psifams yang belum tau, Shinjin merupakan perusahaan clothing yang berada di Jalan Kombas Purwokerto, bahkan pemiliknya merupakan mantan juara dunia karate yang seringkali mengharumkan bendera Indonesia di tingkat internasional berkat prestasinya.

Pada tahun ini, acara kejuaraan karate internasional tersebut diselenggarakan secara virtual. Sehingga peserta diharuskan untuk membuat video yang sesuai dengan persyaratan, seperti melakukan gerakan terhadap beberapa target diam, atau target mati yang biasa disebut samsak, dan lain-lain. Kemudian, untuk penilaiannya dari segi teknik, speed, power, hingga daya tahan fisik.

Mahasiswi yang kerap dipanggil Pamela ini mengaku bahwa persiapan yang dilakukan tidak hanya fisik tetapi juga mental, seperti yang disampaikannya bahwa “Yang saya persiapkan tentunya semangat berlatih secara fisik dan mental untuk punya daya juang yang tinggi. Saya berlatih setiap hari selasa-minggu jam 14.00-18.00 di Dojo Karangrau, Sokaraja dengan Sensei Wawang Nurrasyid. Selain berlatih, saya juga diajarkan kedua orang tua saya untuk selalu berdoa sama Allah supaya dilancarkan dan diberikan yang terbaik, karena kalau kata orangtua saya, doa itu bisa mengubah semuanya.”

Pada kesempatan lain, Pamela juga menceritakan sedikit pengalamannya bahwa “saya sebelumnya sempat vacum latihan satu tahun dikarenakan cedera, dan ini adalah pertandingan pertama saya pasca operasi cedera. Bahkan dulu saya sempat berfikir untuk berhenti karate karena cedera yang tidak ringan, tapi saya juga gak nyangka kalo bisa sampai di posisi ini.”

Pengalaman pahit yang diterima berupa operasi cedera, tidak menjadikan suatu alasan untuk dirinya berhenti terhadap apa yang sudah ia mulai. Hal ini dibuktikan dengan tekadnya yang kuat, dan semangatnya untuk bangkit kembali. Sehingga berhasil memenangkan perlombaan tingkat internasional tersebut.

Maka dari itu, Pamela juga berpesan bahwa “Saya berterimakasih kepada saudara-saudara saya dan juga teman-teman saya yang sudah kasih support dan doa. Saya juga sangat berterimakasih kepada UMP yang memberikan fasilitas perkuliahan yang sangat mendukung untuk perkembangan prestasi”

Nah, bagaimana psifams sangat menginspirasi bukan?,

Setiap orang tentunya akan menemui berbagai rintangan ataupun hambatan dalam berproses untuk menggapai cita-cita, bahkan terkadang dapat membuat kita jatuh hingga putus asa. Namun, jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk kita berhenti terhadap sesuatu yang sudah dimulai. Maka dari itu, percayalah akan ada waktunya untuk memetik hasil dari segala usaha yang telah kita lakukan.   

Salam Web Content Writer~

About the author: Content Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.