Mengenal Tanda dan Gejala Autism

Tahukah kamu, bahwa tanggal 2 April 2021 adalah hari diperingatinya sebagai hari Autism sedunia?  

Jika dilihat dari sejarah, Autism adalah gangguan yang ditemukan di dunia kedokteran tahun (1908-1911). Seorang psikiater, Eugene Bleuker mengamati adanya suatu ciri tertentu pada penderita  skizofrenia dewasa atau yang disebut sebagai autism. Namun, ketika pada tahun 1944 diketahui bahwa autism merupakan gangguan perkembangan.

Gimana untuk pemansannya?..sudah mulai penasaran belum untuk mengetahui lebih jauh tentang Autism?

Yuk sobat mari kita simak…

Autism adalah kondisi neurologis kompleks yang menyebabkan gangguan perkembangan seumur hidup yang biasanya muncul selama masa kanak-kanak dan dapat memengaruhi keterampilan sosial, komunikasi, hubungan, dan pengaturan disi sendiri. Autism didefinisikan oleh serangkaian perilaku tertentu dan merupakan “kondisi spectrum”  yang mempengaruhi orang secara berbeda dan pada derajat yang berbeda-beda pula.

Pada tahun 2020, CDC melaporkan bahwa sekitar 1 dari 54 anak di Amerika Serikat didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Para ahli dibidang ini menyarankan pada penderita dengan Spectrum Autisme. Menurut data 2016. Autisme atau disebut juga dengan kelainan yang rumit, karena tidak ada penyebab spesifik untuk kondisi tersebut. Kombinasi faktor genetic, nongenetik, dan lingkungan dapat meningkatkan resiko autisme pada anak. penelitian medis menunjukkan bahwa seorang anak kemungkinan besar mengembangkan autism karena faktor genetik, baik kelainan genetik atau mutasi.

Penderita dengan gangguan Autisme ini memiliki tanda yang paling sering muncul pada anak sebelum usia 3 tahun. Orang tua perlu memantau perilaku anaknya untuk mengidentifikasi kondisinya. Mengatasinya sejak dini dapat secara signifikan membantu mengurangi gejala baik pada awalnya maupun untuk jangka panjang. Tanda-tanda awal autism termasuk diantaranya berkurangnya kontak mata, kurangnya respons terhadap orang tua atau pengasuh, dan kesulitan dalam belajar dan komunikasi.

 Gejala-gejala yang muncul pada seseorang yang menderita  Autism ini bisa berbeda dari satu anak ke anak lainnya. Beberapa anak mungkin menunjukkan tanda-tanda pada awal masa bayi, sedangkan yang lain mungkin berkembang secara normal selama beberapa bulan atau tahun pertama dan menunjukkan gejala di kemudian hari. Sebagai orang tua, penting untuk selalu waspada terhadap perilaku yang tidak biasa.

Anak-anak berkembang dengan kecepatan mereka sendiri, dan mungkin mencapai tonggak perkembangan di waktu mereka sendiri. Namun, kebanyakan anak autism menunjukkan tanda-tanda gangguan pada saat mereka berusia 2 tahun. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tanda-tanda autism dapat bervariasi.

Jika Anda mengkhawatirkan perkembangan anak Anda, hubungi terapis untuk layanan terapi autism. Seorang terapis akan menganalisis semua faktor sosial, perilaku, dan komunikasi untuk mendiagnosis kondisi pada anak. Tanda-tanda ASD muncul lebih awal dan berkembang seiring pertumbuhan anak. Mendapatkan bantuan medis dan intervensi professional sejak dini dapat sangat membantu anak menghadapi masalah perilaku dan mencapai kemandirian.

Tidak lepas dari masalah psikologis mengenai Emosi Dasar yang berkaitan erat dengan manusia lintas usia, budaya, dan geeografi biasannya mengalami enam emosi dasar, yaitu: kebahagiaan, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kejutan, dan jijik. Emosi dasar ini mulai berkembang secara alami sejak lahir. Seiring waktu, berdasarkan pengalaman individu, emosi lain yang lebih kompleks, seperti kepercayaan, kebanggaan, rasa bersalah, rasa malu-malu, atau penghinaan juga berkembang secara alami.

Namun, anak-anak atau orang dewasa yang didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan dalam mengenali, menunjukkan, atau merespons emosi. Baik itu ekspresi wajah, bahasa tubuh, modulasi suara, isyarat emosional lainnya, individu dengan Spektrum Autism mungkin merasa sulit untuk memahami atau mengekspresikan emosi mereka sendiri atau membaca dan bereaksi terhadap emosi orang lain.

Semakin saya menuliskan artikel ini, semakin saya menyadari benang merah yang mengalir melalui mereka; sebagai contoh, tips bagaimana cara untuk menangani emosi seseorang yang mengalami autism sendiri itu adalah dengan cara langsung memengaruhi jumlah kegembiraan yang bisa mereka lihat setiap hari. Kita semua mengalami har-hari buruk, tidak ada yang mengharapkan Anda untuk menemukan apapun selain kegembiraan, tapi saya berjanji: Jika Anda berfokus pada hal-hal  positif, Anda akan menemukan lebih banyak kegembiraan daripada jika Anda berfokus pada hal-hal negatif.

Ada sebuah perumpamaan dari skenario hipotesis kuno menyatakan bahwa jika Anda memiliki uang Rp.1000 di bank, Anda akan kehilangan 10, apakah Anda akan membuang Rp.990 lainnya?..tentu saja tidak, jadi mengapa kita membiarkan sebagian waktu kita yang buruk menggrogoti sisa waktu yang kita miliki. Dengan demikian, ubahlah perspektif anda, maka akan mengubah idup Anda.

Maka dari itu, ada kutipan yang berbunyi “Seseorang dengan Autisme mengajari saya bahwa cinta tidak membutuhkan kata-kata”. Untuk itu aku dan kamu, jika ada seseorang dalam hidupmu dengan Autism atau kebutuhan khusus, hubungi mereka yang ahli dalam professionalnya. jika ada seseorang dalam hidupmu yang kesepian, siram mereka dengan kebaikan.

Tanggal 2 April menandai perayaan Hari Autisme Sedunia, teruntuk kamu dan kita semua, yuk dukung dan lebih peka terhadap keragaman saraf individu dan lebih inklusif terhadap mereka yang memiliki perbedaan dengan cara menciptakan lingkungan yang lebih ramah sensorik, atau sekedar menunjukkan belas kasih yang lebih besar kepada individu yang berjuang untuk menjalani rutinitas sehari-hari, kita masing-masing dapat menjadi bagian dari solusi yang berarti untuk mereka.

Salam Sobat Web Content!

Fira Fadilah Putri

Sayembara Menulis Artikel batch #1

About the author: Content Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.