Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Menghadapi pandemi covid-19 yang kita sendiri tak tahu kapan berakhir, sudah menjadi lumrah jika kita mesti menyiapkan diri dan selalu berusaha menjaga kesehatan fisik bahkan mental kita. Berbagai hal sangat mungkin menyebabkan kita terjebak dalam kondisi yang cenderung negatif (cemas, stress, khawatir berlebihan, tidak produktif, dsb). Misalnya, berita-berita negatif di televisi, penyesuaian pada tugas rumah dan pekerjaan dengan pola baru, peran yang mungkin menjadi berganda bahkan bertambah berkali ketika di rumah, dan lainnya. Hal-hal tersebut akan sangat mungkin mengganggu kesehatan mental kita. Beberapa waktu lalu, tim opini melakukan wawancara dengan ibu Fatin Rohmah, S.Psi., M.Psi., Psikolog terkait kesehatan mental. Apa sih kesehatan mental itu dan bagaimana cara kita menjaga kesehatan mental kita, terutama di masa pandemi ini? Yuk kita simak…

Apa itu Kesehatan Mental?

Ibu Fatin menjelaskan bahwa kesehatan mental menurut World Health Organization (WHO) adalah kondisi well-being yang memungkinkan seseorang untuk mengoptimalkan potensinya, bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi pada lingkungan atau komunitasnya. Ia menambahkan, kesehatan mental merupakan kondisi yang penting bagi seseorang. Seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya, akan berdampak pada pikiran, perasaan, dan tingkah lakunya yang cenderung negatif bahkan memiliki kepuasan hidup rendah sehingga mempengaruhi produktivitas dirinya maupun lingkungan di sekitarnya. Individu dengan kepuasan hidup rendah berisiko mengalami variasi masalah sosial dan psikologis seperti; depresi dan hubungan maladaptif dengan orang lain. Sebaliknya, seseorang yang sehat secara mental, akan lebih produkif, lebih bahagia, bersemangat menjalani hidup, dan memiliki interaksi yang positif dengan orang lain.

Bagaimana sih menjaga kesehatan mental?

Menurut bu Fatin, kondisi sehat mental pada dasarnya bisa diusahakan. Artinya, kita bisa menjaga dan mengusahakan diri untuk memiliki jiwa yang sehat. Bagaimana cara kita menjaga kesehatan mental di tengah pandemi ini? Ada tiga tips yang bisa diberikan bu Fatin, apa aja yah? Check it out!….

  1. Milikilah growth mindset atau mindset bertumbuh. Mindset, menurut Dweck, adalah cara pandang kita tentang dunia atau sekitar kita, termasuk tentang bagaimana kita memandang apa yang kita miliki dan apa yang terjadi pada diri kita. Mindset yang bertumbuh adalah mindset yang memandang bahwa apa yang kita miliki saat ini dan apa yang terjadi pada kita, semuanya bisa berubah. Semua ini masih bisa diubah ke arah yang lebih positif. Misalnya, jika kita sekarang sedang sakit, kita percaya bahwa sakit ini insyaAllah kita bisa sembuh. Jika kita berpikir kondisi saat ini sulit dan tidak ideal, kemudian kita mempercayai bahwa kondisi ini insya Allah akan berubah, akan waktunya berakhir, dan tidak selamanya seperti ini. Dengan memiliki mindset bertumbuh, kita akan berpikir lebih poitif dengan kondisi yang terjadi saat ini.
  2. Milikilah kegigihan. Kegigihan mendorong kita untuk tetap berusaha mencapai tujuan kita, meski penuh tantangan. Kita berusaha sekuat tenaga agar tidak tumbang dan menyerah dengan keadaan. Misalnya, tujuan kita adalah menjadi sehat fisik selama pandemi, kemudian kita medisiplinkan diri untuk megunakan masker, cuci tangan sebelum makan/ masuk rumah, ganti baju setelah bepergian, minum vitamin C tiap pagi, makan-makanan bergizi, dan olahraga teratur. Dalam perjalanannya, mungkin akan ada hambatan dan tantangnya, tapi kita tidak mudah menyerah mendisiplinkan diri agar tercapai tujuan kita.
  3. Bulatkan tekad untuk tetap produktif dan bermanfaat. Tentu, ada banyak ‘godaan’ untuk bersantai dalam kondisi yang tidak ideal seperti ini. Oleh karenanya, kita perlu mengelola waktu kita dengan sebaik mungkin. Misalnya dengan membuat list to do dan membuat jadwal kegiatan setiap harinya. Selain itu, kita bisa melakukan variasi kegiatan, selalu memotivasi diri, serta tetap berdoa dan beribadah. Kita juga perlu berusaha menahan keinginan negatif yang muncul, mengendalikan emosi dan perilaku negatif, serta mengatasi sumber stress kita.

Nah, itu tadi tips dari bu Fatin, psyfams! Semoga bisa membekali kita dalam menjaga kesehatan mental di tenah pandemi ini yah… harapannya, kita bisa menjadi pribadi yang semakin positif. Semakin banyak hal positif yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan, akan semakin mengurangi pikirkan, perasaan, dan perilaku negatif kita. Setuju tidak?

[OPINI]

About the author: Content Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.